Blog ini saya buat karna dulunya saya selalu kebingungan bagaimana menggunakan SAP 2000 untuk mata kuliah Mekanika tenik 1. Dan saya tanya ke sana kemari ,lihat manual SAP bertambah bingung jadinya . Nah agar yang pemula tidak bingung berikut saya jabarkan pengunaanya.
Berikut kita akan mencoba membandingkan sebuah tumpuan sederhana melalui analisa mekanika dan analisa SAP 2000
NB: kami menggunakan Sap 2000 v14
contoh soal
Diketahui sebuah perletakan sederhana seperti gambar di bawah ini
ditanya Momen lintang dan normal dalam
1. Analisa mekanika
2. Analisa SAP 2000
jawab
ΣmB = 0
+ VA x 10 - 6 x 10 x 1/2 x 10 = 0
10 VA - 300 = 0
VA = 30 t
ΣmA = 0
-VB x 10 + 6 x 10 + 1/2 x 10 = 0
-10 VB + 300 = 0
VB = 30 t
momen
jarak momen max dari A = VA/q = 30/6 = 5 m
Mmax
= VA x 5 -q x 5 x 1/2 x 5
= 30 x 5 - 6 x 5 x 1/2 x 5
= 75 T.m
Lintang / Shear /Geser
lintang di titik A = VA= 30
lintang di titik B = VA - q x l =30 - 6 x 10 = -30
Hitungan mekanika
Momen = 75 t.m
VA= 30
VB= 30
Hitungan SAP 2000
Momen = 75,42 t.m
VA = 30,17
VB = 30,17
dalam kasus VA VB istilah minus (-) Di anggap tidak berarti
perbandingan kedua metode memang ada perbedaan sedikit (sangat sedikit) , mungkin algoritma komputerisasi yang rumit sehingga ada perbedaan tersebut . Kami mengangap tidak masalah dengan perbedaan tersebut karna selisihnya sangat sedikit.
Maka dari itulah dalam penggunaan sofware hitungan secanggih apapun tetaplah keputsan ada pada pada sumber daya manusia itu sendiri. (dikutip dari peraturan pengunaan sap 2000)
Berikut kita akan mencoba membandingkan sebuah tumpuan sederhana melalui analisa mekanika dan analisa SAP 2000
NB: kami menggunakan Sap 2000 v14
contoh soal
Diketahui sebuah perletakan sederhana seperti gambar di bawah ini
ditanya Momen lintang dan normal dalam
1. Analisa mekanika
2. Analisa SAP 2000
jawab
1. Analisa mekanika
+ VA x 10 - 6 x 10 x 1/2 x 10 = 0
10 VA - 300 = 0
VA = 30 t
ΣmA = 0
-VB x 10 + 6 x 10 + 1/2 x 10 = 0
-10 VB + 300 = 0
VB = 30 t
momen
jarak momen max dari A = VA/q = 30/6 = 5 m
Mmax
= VA x 5 -q x 5 x 1/2 x 5
= 30 x 5 - 6 x 5 x 1/2 x 5
= 75 T.m
Lintang / Shear /Geser
lintang di titik A = VA= 30
lintang di titik B = VA - q x l =30 - 6 x 10 = -30
2. Analisa SAP 2000
Buka aplikasi SAP 2000
Klik new > satuan gunakan Ton,m,c .
Klik beam > number of span 1 . Dan span of length 10 .ok
klik Define > Load Patterns . Ubah self weigth multyplier jadi 0 dan klik modify load pattern
klik bentang perletakan (garis warna kuning)
Klik Assign > Frame Load > Distributed . isi kolom uniform load dengan 6 .ok
sehingga tampilan seperti
klik Analize > set analysis option > klik gambar bagian plane frame XZ plane
Klik Analize > Run Analisys . do not run untuk MODAL . Dan run untuk DEAD case . Run Now
Setelah di simpan di folder yang di ingingkan dan run telah selesai maka
Klik Display > Show forces /Streesses > Frame/Cable
Untuk momen maka centang Momen 3-3
Untuk Geser maka centang Shear 2-2
Untuk Aksial maka di centang Axial Force
jangan lupa untuk centang Show Value on Diagram
Contoh hasil untuk momen
contoh hasil untuk geser VA VB
contoh untuk aksial / normal . Tidak ada result karna dalam soal memang tidak ada gaya aksial
3. Perbandingan Hitungan Mekanika VS
Hitungan Sap 2000
Hitungan mekanika
Momen = 75 t.m
VA= 30
VB= 30
Hitungan SAP 2000
Momen = 75,42 t.m
VA = 30,17
VB = 30,17
dalam kasus VA VB istilah minus (-) Di anggap tidak berarti
perbandingan kedua metode memang ada perbedaan sedikit (sangat sedikit) , mungkin algoritma komputerisasi yang rumit sehingga ada perbedaan tersebut . Kami mengangap tidak masalah dengan perbedaan tersebut karna selisihnya sangat sedikit.
Maka dari itulah dalam penggunaan sofware hitungan secanggih apapun tetaplah keputsan ada pada pada sumber daya manusia itu sendiri. (dikutip dari peraturan pengunaan sap 2000)













Comments
Post a Comment